MAKNA SIMBOLIK DALAM MANTRA BERTANAM PADI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KEBONAGUNG PACITAN

Authors

  • Anisia Puji Lestari STKIP PGRI Pacitan
  • Arif Mustofa STKIP PGRI Pacitan
  • Mukodi Mukodi STKIP PGRI Pacitan

Keywords:

mantra, simbol, kearifan lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan menganalisis makna simbol yang terkandung dalam mantra bertanam padi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis makna simbol dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sidomulyo memiliki makna mantra bertamanam padi yang ditemukan terbagi ke dalam dua kategori, yaitu simbol harapan yang meliputi harapan keselamatan holistik, harapan kesuburan ekologis, harapan keberlanjutan rezeki, serta harapan hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam; dan simbol etika yang meliputi etika ekologis petani, etika spiritual petani, serta etika penghormatan terhadap padi.Temuan ini menunjukkan bahwa mantra bertanam padi bukan sekadar rangkaian kata yang diwariskan secara lisan, melainkan sebuah sistem pengetahuan lokal yang mengintegrasikan aspek religius, ekologis, dan etis secara utuh dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat agraris pesisir Desa Sidomulyo.

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Lestari, A. P., Mustofa, A., & Mukodi, M. (2026). MAKNA SIMBOLIK DALAM MANTRA BERTANAM PADI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KEBONAGUNG PACITAN. Jurnal Siklus, 4(1), 10–24. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/siklus/article/view/2168

Issue

Section

Articles