MAKNA SIMBOLIK DALAM MANTRA BERTANAM PADI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN KEBONAGUNG PACITAN
Keywords:
mantra, simbol, kearifan lokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan menganalisis makna simbol yang terkandung dalam mantra bertanam padi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta pengecekan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis makna simbol dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, yang mengklasifikasikan tanda ke dalam ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sidomulyo memiliki makna mantra bertamanam padi yang ditemukan terbagi ke dalam dua kategori, yaitu simbol harapan yang meliputi harapan keselamatan holistik, harapan kesuburan ekologis, harapan keberlanjutan rezeki, serta harapan hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam; dan simbol etika yang meliputi etika ekologis petani, etika spiritual petani, serta etika penghormatan terhadap padi.Temuan ini menunjukkan bahwa mantra bertanam padi bukan sekadar rangkaian kata yang diwariskan secara lisan, melainkan sebuah sistem pengetahuan lokal yang mengintegrasikan aspek religius, ekologis, dan etis secara utuh dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat agraris pesisir Desa Sidomulyo.





