Ekolinguistik Historis: Pergeseran Leksikon Agraris/Maritim di Pinggiran Kota (Urban Fringe) di Titi Penyebrangan Belawan

Authors

  • Citra Rotama Sihombing Universitas Negeri Medan
  • Ika Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • Putri Cristina Pardede Universitas Negeri Medan
  • Rut Putriana Manik Universitas Negeri Medan
  • Reva Novalina Hutauruk Universitas Negeri Medan
  • Oky Ferdinand Gafari Universitas Negeri Medan

Keywords:

Ekolinguistik Historis; Leksikon Ekologi Maritim; Alih Fungsi Lahan; Kepunahan Leksikon; Belawan

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pergeseran dan kepunahan leksikon ekologi maritim-nelayan di kawasan Titi Penyeberangan Belawan, Jalan Deli, Medan Utara, Sumatera Utara sebagai akibat dari alih fungsi lahan dan transformasi sosial-ekonomi kawasan pesisir perkotaan. Dengan menggunakan kerangka ekolinguistik historis, penelitian ini membandingkan tingkat pemahaman leksikon maritim antara dua kelompok informan: warga asli lanjut usia yang memiliki latar belakang sebagai nelayan atau keluarga nelayan, dan mahasiswa pendatang yang tinggal di kawasan tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan (lima warga asli dan lima mahasiswa pendatang) serta uji pemahaman kosakata yang mencakup sepuluh ranah leksikon maritim-nelayan lokal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesenjangan pemahaman yang signifikan antara kedua kelompok: warga asli memiliki penguasaan aktif dan kontekstual terhadap leksikon maritim, sementara mahasiswa pendatang hanya mengenali istilah-istilah umum yang diperoleh melalui pendidikan formal. Istilah-istilah teknis seperti 'air mati', 'arus bawah', 'ambai', 'bubu', serta toponimi lokal seperti 'Lubuk Dalam' dan 'Tanjung Berlumpur' berada pada tingkat kepunahan yang mengkhawatirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alih fungsi kawasan dermaga nelayan menjadi terminal transportasi dan kawasan wisata telah secara langsung memutus transmisi intergenerasi leksikon ekologi lokal, dan dokumentasi segera diperlukan sebelum penutur terakhirnya tidak lagi ada.

References

Fill, A., & Mühlhäusler, P. (Eds.). (2001). The Ecolinguistics Reader: Language, Ecology and Environment. Continuum.

Haugen, E. (1972). The ecology of language. In A. S. Dil (Ed.), The Ecology of Language: Essays by Einar Haugen (pp. 325–339). Stanford University Press.

Maffi, L. (Ed.). (2001). On Biocultural Diversity: Linking Language, Knowledge, and the Environment. Smithsonian Institution Press.

Phillipson, R., & Skutnabb-Kangas, T. (1996). English only worldwide or language ecology? TESOL Quarterly, 30(3), 429–452.

Stibbe, A. (2015). Ecolinguistics: Language, Ecology and the Stories We Live By. Routledge.

Sudaryanto. (2015). Pergeseran bahasa ekologis di kawasan pesisir Jawa: Sebuah kajian awal. Jurnal Linguistik Indonesia, 33(2), 115–134.

Wahyudi, R., & Kurniawan, E. (2019). Leksikon pertanian dalam ancaman: Studi kasus di kawasan urban fringe Bandung Selatan. LITERA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 18(1), 72–89.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Sihombing, C. R., Ramadhani, I., Pardede, P. C., Manik, R. P., Hutauruk, R. N., & Gafari, O. F. (2026). Ekolinguistik Historis: Pergeseran Leksikon Agraris/Maritim di Pinggiran Kota (Urban Fringe) di Titi Penyebrangan Belawan. Komprehensif, 4(1), 551–564. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/komprehensif/article/view/2026

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)