KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MAWAR BUKAN NAMA SEBENARNYA KARYA DIAN PURNOMO DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI SASTRA
Keywords:
Konflik Batin, Psikologi Sastra, Mawar Bukan Nama SebenarnyaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik batin tokoh utama, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta menjelaskan upaya tokoh utama dalam mengatasi konflik batin berdasarkan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow pada novel Mawar Bukan Nama Sebenarnya karya Dian Purnomo. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa novel Mawar Bukan Nama Sebenarnya. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik batin tokoh utama ditandai oleh perasaan sedih, cemas, takut, kecewa, marah, bingung, dan tidak berdaya akibat tekanan hidup serta pergulatan dalam dirinya. Konflik batin tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi kondisi fisik, motivasi, dan tipe kepribadian, serta faktor eksternal berupa keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, budaya, dan pengalaman hidup. Berdasarkan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, konflik batin tokoh utama muncul pada lima tingkatan kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Upaya yang dilakukan tokoh utama untuk mengatasi konflik batin ditunjukkan melalui usaha memenuhi kebutuhan dasar dengan bekerja, mencari rasa aman, membangun hubungan sosial, meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri, hingga mampu menerima diri dan mengembangkan potensi sebagai bentuk aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan secara bertahap berperan dalam membantu tokoh utama mengurangi konflik batin dan mencapai perkembangan kepribadian yang lebih matang. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian psikologi sastra serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang menggunakan Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow.





