KEBUTUHAN PSIKOLOGIS TOKOH DALAM NOVEL 2191 HARI DI BANDUNG KARYA HANASYA: HIERARKI MASLOW
Keywords:
psikologi sastra, hierarki kebutuhan, Abraham Maslow, 2191 Hari di BandungAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebutuhan yang diperjuangkan tokoh Serana, Rema, dan Rama serta proses pemenuhan kebutuhan yang memengaruhi kondisi psikologis tokoh dalam novel 2191 Hari di Bandung karya Hanasya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel 2191 Hari di Bandung karya Hanasya, sedangkan data berupa dialog, narasi, tindakan, dan peristiwa yang berkaitan dengan kebutuhan psikologis tokoh. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik baca-catat dengan membaca novel secara berulang, mencatat data yang relevan, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan lima tingkatan kebutuhan Maslow. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Serana, Rema, dan Rama memperjuangkan lima kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan rasa memiliki, penghargaan, serta aktualisasi diri. Proses pemenuhan maupun ketidakpuasan kebutuhan tersebut memengaruhi kondisi psikologis tokoh yang tampak melalui kecemasan, kesepian, kebahagiaan, ketenangan, kepercayaan diri, dan dorongan untuk berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan psikologis memiliki peran penting dalam membentuk perilaku, respons emosional, dan perkembangan diri tokoh.





