Karakteristik Tuturan Ujud-Ujud dalam Tradisi Kenduri Masyarakat Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan: Kajian Etnolinguistik
Keywords:
etnolinguistik, karakteristik, sistem budaya, tradisi kenduri, ujud-ujudAbstract
Tuturan ujud-ujud merupakan tuturan ritual berbahasa Jawa dalam tradisi kenduri masyarakat Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kebahasaan ujud-ujud dan sistem budaya yang direpresentasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap enam jenis kenduri siklus awal kehidupan bayi, kemudian dianalisis melalui analisis domain, taksonomi, komponen, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujud-ujud memiliki struktur formulaik berupa pembuka, inti, dan penutup, dengan bagian inti yang adaptif sesuai jenis kenduri. Karakteristik kebahasaannya meliputi ragam Jawa krama, perpaduan leksikon Jawa-Islam, repetisi, paralelisme, tembung saroja, enumerasi, serta leksikon budaya dan ungkapan simbolik. Tuturan tersebut merepresentasikan nilai budaya, norma sosial, sistem keyakinan, simbol budaya, dan pandangan hidup masyarakat. Dengan demikian, ujud-ujud berfungsi sebagai tuturan ritual sekaligus media pewarisan pengetahuan dan nilai budaya.
References
Chaer & Agustina, A. & L. (2010). Sosiolinguistik : Perkenalan Awal (Edisi Revisi). PT Rineka Cipta:Jakarta.
Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan. (2020). Profil Suku dan Hasil Long Form Keragaman Bahasa Daerah Sensus Penduduk 2020. Badan Pusat Statistik.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology: A Reader (Second Edition). Cambridge University: New York.
Fitrahyunitisna. (2018). "Performansi Ujub : Doa dan Komunikasi Tiga Alam dalam Tradisi Bersih Desa Krisik di Blitar". Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi, 04(02), 137–148. https://doi.org/https://doi.org/10.18784/smart.v4i2.672
Hasanah, U. L., & Andari, N. (2021). "Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat". Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 48–66. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2511691&val=14558&title=Tradisi Lisan sebagai Media Pembelajaran Nilai Sosial dan Budaya Masyarakat
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi). PT Rineka Cipta, Jakarta.
Lailiyah, N., Agan, S., & Sardjono. (2022). "Analisis Verbal dan Nonverbal pada Mantra Pengobatan Sebagai Media Penyembuhan di Masyarakat Kediri: Kajian Etnolinguistik". Jurnal Tradisi Lisan Nusantara. https://doi.org/10.51817/jsl.v1i1.142
Spradley, J. P. (2007). Metode Etnografi (Edisi Kedu). Tiara Wacana:Yogyakarta.
Suwito. (1996). Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Henari Offset:Surakarta.
Syarofi, A. (2022). "Bentuk, Makna, dan Fungsi dalam Mantra Pengobatan Dukun di Kabupaten Lamongan (Kajian Etnolinguistik)". Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), 99–109. https://doi.org/10.55606/ay.v4i1.28
Wahidah, N. A. E. (2022). "Aspek Lingual Mantra Nyapih pada Tradisi Menyapih Bayi: Kajian Etnolinguistik pada Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung". PENEROKA : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 95–104. http://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Peneroka/article/view/1368
Woodward, M. R. (1988). "The Slametan: Textual Knowledge and Ritual Performance in Central Javanese Islam". History of Religion, Vol. 28, N, 54–89. http://www.jstor.org/stable/1062168
Yanti, E. D. (2024). "Pola Pelestarian Mantra dalam Tradisi Kenduri di Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur". Repository STKIPPacitan. STKIP PGRI Pacitan.





