Ketika Satu Kabel Melumpuhkan Pulau: Blackout Sumatera 2026 dan Krisis Tata Kelola Infrastruktur Publik

Authors

  • Retno Agustina Lumban Siantar Universitas Negeri Medan
  • Mory Nadya Ompusunggu Universitas Negeri Medan
  • Ecka Lybertyta Sitepu Universitas Negeri Medan
  • Irna Renata Sembiring Universitas Negeri Medan
  • Vita Nancy Manurung Universitas Negeri Medan
  • M Oky Ferdian Gafari Universitas Negeri Medan

Keywords:

Blackout, Infrastruktur Publik, Tata Kelola, Kelistrikan

Abstract

Modernitas Pemadaman listrik massal (Blackout) yang terjadi di wilayah Sumatera pada tahun 2026 menjadi peristiwa yang menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat modern terhadap infrastruktur kelistrikan. Gangguan yang berawal dari kerusakan pada jaringan transmisi menyebabkan terhentinya berbagai aktivitas publik, mulai dari transportasi, komunikasi, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis Blackout Sumatera 2026 sebagai refleksi krisis tata kelola infrastruktur publik dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan analisis kritis terhadap berbagai pemberitaan media. Hasil kajian menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak semata-mata merupakan kegagalan teknis, tetapi juga mengungkap persoalan tata kelola berupa minimnya mitigasi risiko, lemahnya sistem redundansi jaringan, serta tingginya ketergantungan pada satu titik infrastruktur vital. Blackout Sumatera 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menuntut perluasan jaringan, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada ketahanan pelayanan publik. Oleh karena itu, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kebijakan infrastruktur nasional guna mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.

References

Badara, A. (2012). Analisis Wacana: Teori, Metode, dan Penerapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Eriyanto. (2011). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Fairclough, N. (1995). Media Discourse. London: Edward Arnold.

Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis: The Critical Study of Language (2nd ed.). London: Routledge. Tersedia di: https://doi.org/10.4324/9781315834368

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sobur, A. (2018). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Van Dijk, T. A. (2001). Critical Discourse Analysis. Dalam D. Schiffrin, D. Tannen, & H. E. Hamilton (Eds.), The Handbook of Discourse Analysis (hlm. 352–371). Oxford: Blackwell Publishers. Tersedia di: https://discourses.org/wp-content/uploads/2022/07/Teun-A.-van-Dijk-2001-Critical-Discourse-Analysis.pdf

Wandani, N., dkk. (2023). Metode Analisis Data Kualitatif dalam Penelitian Bahasa dan Sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(2), 40–52.

Antara News. (2026). Pemberitaan mengenai Blackout Sumatera 2026 dan proses pemulihan sistem kelistrikan. Tersedia di: https://www.antaranews.com

Detikcom. (2026). Pemberitaan Blackout Sumatera 2026. Tersedia di: https://www.detik.com

Kompas.com. (2026). Pemberitaan Blackout Sumatera 2026. Tersedia di: https://www.kompas.com

PT PLN (Persero). (2026). Keterangan Resmi Terkait Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatera Pasca-Blackout Mei 2026. Tersedia di: https://web.pln.co.id

Tribunnews.com. (2026). Pemberitaan dampak Blackout Sumatera 2026 terhadap masyarakat. Tersedia di: https://www.tribunnews.com

Downloads

Published

2026-07-03

How to Cite

Siantar, R. A. L., Ompusunggu, M. N., Sitepu, E. L., Sembiring, I. R., Manurung, V. N., & Gafari, M. O. F. (2026). Ketika Satu Kabel Melumpuhkan Pulau: Blackout Sumatera 2026 dan Krisis Tata Kelola Infrastruktur Publik. Komprehensif, 4(2), 35–43. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/komprehensif/article/view/2100

Issue

Section

Articles