Pandangan Masyarakat Terhadap Mata Air Telaga di Desa Penampaan di Kecamatan Belangkejeren Gayo Lues

Authors

  • M. Kadapi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Mhd Syahminan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Rholand Muary Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Keywords:

Masyarakat, Air Telaga , Masjid

Abstract

Bagi umat Islam masjid merupakan tempat yang suci. Masjid dapat diartikan sebagai tempat sujud, tempat melakukan shalat atau tempat menyembah Allah SWT, serta tunduk dengan penuh hormat. Disamping sebagai tempat beribadah umat Islam dalam arti khusus, masjid juga merupakan tempat beribadah secara luas. Masjid menjadi pilar spiritual yang menyangga kehidupan duniawi umat. Masjid mencerminkan seluruh aktivitas umat, masjid menjadi pengukur dan indikator dari kesejahteraan umat baik lahir maupun batin. Sama halnya dengan Masjid Asal yang ada di Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues selain sebagai tempat ibadah juga selama ini dianggap masyarakat merupakan masjid yang memiliki nilai keramat. Oleh karena itu peneliti ingin melihat, pertama, bagaimana sejarah dan perkembangan Masjid Asal, kedua, apa keistimewaan Masjid Asal bagi masyarakat dan yang ketiga, bagaimana pandangan ulama terhadap kekeramatan Masjid Asal. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yaitu mengumpulkan berbagai informasi dan data-data dari lokasi penelitian melalui observasi, wawancara serta pengambilan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masjid Asal merupakan masjid yang tertua dan pertama di Gayo Lues. Masjid Asal memilki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan masjid yang lainnya. Keistimewaannya diantaranya adalah dampak bernazar, shalat sunat, manfaat air sumur dan bentuk lainnya yang diyakini sangat keramat. Serta kekeramatan masjid Asal dalam pandangan para ulama bahwa Masjid Asal sama dengan masjid lainnya, hanya saja selama ini yang diyakini masyarakat adalah masjid keramat merupakan pemahaman turun-temurun dari nenek moyang mereka sehingga sampai saat ini paham tersebut tetap melekat pada masyarakat.

 

Downloads

Published

2026-04-20

How to Cite

Kadapi, M., Syahminan, M., & Muary, R. (2026). Pandangan Masyarakat Terhadap Mata Air Telaga di Desa Penampaan di Kecamatan Belangkejeren Gayo Lues. Komprehensif, 4(1), 260–270. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/komprehensif/article/view/1869

Issue

Section

Articles