Persepsi Mahasiswa Terhadap Penggunaan Rollenspiel dalam Meningkatkan Sprechfertigkeit Bahasa Jerman Tema Berufe
DOI:
https://doi.org/10.65311/j.khidmat.v4i1.1865Keywords:
Bahasa Jerman, Berufe; Keterampilan Berbicara, Persepsi Mahasiswa, Porter Ladousse, RollenspielAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Rollenspiel (bermain peran) dalam pembelajaran bahasa Jerman, khususnya tema Berufe (pekerjaan/profesi) dalam konteks Deutsch als Fremdsprache (DaF). Landasan teori bersumber dari Porter Ladousse (1987) yang mendefinisikan role play sebagai aktivitas yang mencakup spektrum luas, mulai dari dialog terstruktur sederhana hingga simulasi situasi nyata, guna melatih keterampilan berbicara secara alami dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melalui angket skala Likert dan pertanyaan terbuka yang diberikan kepada 21 mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Universitas Negeri Medan. Subjek penelitian telah mengikuti sesi Rollenspiel seperti wawancara kerja (Bewerbungsgespräch) dan konsultasi karir (Berufsberatung). Penelitian ini bertujuan mengungkap persepsi mahasiswa terhadap peningkatan kepercayaan diri berbicara (Sprechkompetenz), penguasaan kosakata tema Berufe, serta motivasi belajar, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dirasakan, khususnya kecemasan berbahasa (Sprachangst). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap Rollenspiel sebagai metode komunikatif yang efektif, dan direkomendasikan untuk diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum DaF dengan persiapan yang terstruktur.





