Krisis Makna Hidup dalam Kalangan Santri Milenial: Pendekatan Fenomenologis terhadap Kegiatan Spiritual di Pesantren

Authors

  • Rahmat Ramatul Andika Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Nana Supriyani Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Martin Kustati Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

DOI:

https://doi.org/10.65311/j.khidmat.v3i2.1665

Keywords:

Santri milenial, Krisis Makna Hidup, Spiritualitas, Fenomenologi, Pesantren

Abstract

Fenomena krisis makna hidup di kalangan santri milenial menjadi tantangan baru dalam pendidikan pesantren. Di tengah rutinitas spiritual yang padat, sebagian santri justru mengalami kehampaan batin, kebingungan arah hidup, dan tekanan eksistensial yang tidak mudah diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman santri dalam menghadapi krisis makna hidup serta bagaimana keterlibatan mereka dalam kegiatan spiritual di pesantren berperan dalam membentuk makna tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, khususnya model Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri mengalami krisis makna dalam bentuk kegelisahan spiritual, tekanan sosial, dan ketegangan identitas. Namun, melalui praktik dzikir, muhasabah, dan relasi dalam komunitas pesantren, sebagian santri berhasil mentransformasi krisis tersebut menjadi proses pencarian makna yang reflektif dan personal. Kegiatan spiritual tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga ruang pemulihan psikologis dan rekonstruksi eksistensial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spiritual dan humanistik dalam pendidikan karakter di lingkungan pesantren yang lebih responsif terhadap dinamika batin generasi milenial.

Downloads

Published

2025-07-18

How to Cite

Ramatul Andika, R., Supriyani, N., & Kustati, M. (2025). Krisis Makna Hidup dalam Kalangan Santri Milenial: Pendekatan Fenomenologis terhadap Kegiatan Spiritual di Pesantren. Khidmat, 3(2), 296–303. https://doi.org/10.65311/j.khidmat.v3i2.1665

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)