Implementasi Takzir dan Reward Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Al-Anwar Jambi
DOI:
https://doi.org/10.65311/jkp.v4i2.2120Keywords:
Takzir, Reward, Kedisiplinan Santri, Pendidikan Pesantren, Pendidikan KarakterAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi takzir dan reward dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Al-Anwar Jambi, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengasuh pesantren, ustadz, pengurus, dan santri. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi takzir dilakukan secara bertahap, edukatif, proporsional, dan berorientasi pada pembinaan, bukan pembalasan. Sementara itu, reward diberikan dalam bentuk penghargaan verbal, penghormatan, hadiah material, dan penghargaan simbolik sebagai bentuk penguatan terhadap perilaku positif santri. Kombinasi kedua strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab, kedisiplinan beribadah, serta motivasi belajar santri. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kepemimpinan pesantren yang konsisten, kejelasan aturan, dukungan ustadz dan pengurus, lingkungan religius, serta kesadaran santri terhadap pentingnya disiplin. Sebaliknya, inkonsistensi penerapan aturan, keterbatasan sarana penghargaan, minimnya pemahaman santri mengenai tujuan pembinaan, keterbatasan jumlah pembina, dan keberagaman latar belakang santri menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi takzir dan reward yang dilaksanakan secara edukatif, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam merupakan strategi efektif dalam membangun budaya disiplin dan karakter santri di lingkungan pesantren. Temuan ini memperkuat hasil penelitian mutakhir mengenai efektivitas pendekatan reward punishment dalam pendidikan pesantren.





