Pedagogi Kehadiran: Menggugat Esensi Sosok Guru di Tengah Dominasi Artificial Intelligence (AI)
DOI:
https://doi.org/10.65311/jkp.v4i2.1933Keywords:
Pedagogi Kehadiran, Kecerdasan Buatan (AI), Peran Guru, Pendidikan Humanistik, Teknologi Pendidikan, Relasi Pedagogis, Humanisasi PendidikanAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mentransformasi berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan. AI tidak hanya berperan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga mulai mengambil alih fungsi-fungsi pedagogis seperti penyampaian materi, evaluasi, dan personalisasi pembelajaran. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan kritis mengenai esensi dan relevansi peran guru dalam ekosistem pendidikan modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pedagogi kehadiran sebagai pendekatan alternatif yang menegaskan pentingnya dimensi humanistik guru yang tidak dapat tergantikan oleh AI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber dalam bidang filsafat pendidikan, pedagogi, dan teknologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun AI unggul dalam aspek kognitif dan efisiensi, teknologi ini tidak mampu menggantikan dimensi afektif, moral, dan relasional yang menjadi inti pendidikan. Pembahasan menekankan bahwa pedagogi kehadiran mengedepankan interaksi autentik, empati, dan keteladanan sebagai fondasi utama proses pendidikan. Kesimpulannya, keberadaan guru tetap esensial sebagai pembentuk karakter dan penanam nilai, sehingga AI seharusnya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti.





