Peran Teman Sebaya dalam Membentuk Semangat Belajar Siswa dalam Konteks Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 35 Medan
DOI:
https://doi.org/10.65311/pedagogik.v4i3.1977Keywords:
teman sebaya, semangat belajar, bimbingan dan konseling, siswa, interaksi sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam membentuk semangat belajar siswa serta mengkaji peran Bimbingan dan Konseling dalam mengelola pengaruh tersebut di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan penelitian terdiri atas satu guru Bimbingan dan Konseling sebagai informan utama dan sejumlah siswa yang dipilih secara purposif sebagai informan pendukung berdasarkan keterlibatan mereka dalam interaksi kelompok sebaya. Data dianalisis secara deskriptif-naratif dengan memusatkan perhatian pada pola interaksi teman sebaya, bentuk dukungan sosial, distraksi dalam kegiatan belajar, serta layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki peran yang bersifat dua arah dalam membentuk semangat belajar siswa. Interaksi positif berupa saling membantu memahami materi, berdiskusi, berbagi tugas, memberikan dorongan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dapat meningkatkan keterlibatan, keberanian berkomunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Sebaliknya, interaksi yang didominasi percakapan, candaan, bermain, dan aktivitas nonakademik dapat menjadi sumber distraksi yang mengurangi konsentrasi dan perhatian siswa terhadap pembelajaran. Temuan juga menunjukkan bahwa Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam mengarahkan dinamika teman sebaya melalui layanan bimbingan pribadi-sosial, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok. Dengan demikian, penguatan semangat belajar siswa perlu memperhatikan kualitas lingkungan sosial dan hubungan teman sebaya, disertai pendampingan Guru BK dan dukungan seluruh unsur sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan suportif.





