Aksiologi Filsafat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Digital Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.65311/pedagogik.v4i1.1834Keywords:
Aksiologi pendidikan Islam, akhlak digital, etika digital, pendidikan karakter, filsafat pendidikan IslamAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam pola interaksi dan perilaku peserta didik, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etika dan akhlak di ruang digital. Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, dan rendahnya tanggung jawab bermedia menunjukkan bahwa penguasaan teknologi belum diiringi dengan kematangan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji aksiologi filsafat pendidikan Islam sebagai kerangka normatif dalam pembentukan akhlak digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan metode analisis filosofis-kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan dengan pendidikan Islam, etika digital, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai aksiologis Islam, khususnya adil, ihsan, dan amanah, memiliki relevansi konseptual dan aplikatif dalam membimbing perilaku peserta didik di ruang digital. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai fondasi etis yang mengaitkan aktivitas digital dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Kajian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak digital memerlukan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada internalisasi nilai, bukan semata-mata pada kecakapan teknologis, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan era digital.





