Pola Asuh Anak Panti Asuhan Dalam Membina Moral Melalui Bimbingan Kelompok di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Medan
DOI:
https://doi.org/10.65311/je.v2i1.451Keywords:
Pola Asuh, Layanan Bimbingan Kelompok, Pembinaan MoralAbstract
Merosotnya moral anak menjadi salah satu permasalah yang terjadi dari masa ke masa. Banyak sekali siswa yang memiliki pemahaman moral yang masih rendah yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga pemahaman moral yang terbentuk dalam diri anak kurang baik dan banyak anak yang kehilangan jati diri dan martabatnya sebagai generasi penerus. Bimbingan kelompok melalui teknik modeling dalam penelitian ini merupakan proses pemberian bantuan kepada sejumlah individu dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk meningkatkan segala potensi yang dimiliki sejumlah individu serta untuk memperoleh informasi baru yang akan di bahas melalui pemberian contoh perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pola asuh panti asuhan dalam membina moral anak asuh, untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam pembinaan moral di panti asuhan Putera Muhammadiyah Medan. Objek didalam penelitian ini adalah anak panti asuhan Putra Muhammadiyah Medan yang berjumlah 8 orang yang memiliki pemahaman moral yang masih rendah. Pelaksanaan layanan dilakukan dalam satu siklus layanan bimbingan kelompok. Desain penelitian dalam penelitian ini yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini maka dilakukan observasi dan wawancara. Teknik analisi data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Pola Asuh Anak Panti Asuhan Dalam Membina Moral Melalui Bimbingan Kelompok di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Medan dapat meningkatkan pemahaman moral anak.
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja.
Depdikbud, (2013). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta
Diantini Nur Faridah. (2017). Efektifitas Teknik Modeling melalui Konseling Kelompok untuk meningkatkan karakter rasa hormat peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam,Vol. 05 No. 01.
Erford, Bradley T. 2015. 40. Teknik Yang Harus Diketahui Setiap Konselor. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hasibuan, Abdurrozzaq. (2017). Etika Profesi Profesinal Kerja. Jakarta: UIS Press.
Iskandar. (2012). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: GP Press.
Juniarisih, dkk. (2012) Penerepan Konseling Behavioral dengan Teknik Modeling untukn Meningkatkan Emotional Intelligence Siswa Pada Kelas X AP1 SMK Negeri 1 Seririt Kabupaten Buleleng. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.
Komalasari dan Wahyuni. (2011). Teori dan Teknik Konseling, Jakarta Barat : Indeks Penerbit.
Kurniasih, Imas & Sani, Berlin. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena.
Muntholi'ah. (2012). Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI. Semarang: Gunungjati dan Yayasan Al-Qalam.
Muamad. (2011). Memahami Riset Prilaku dan Sosial. Bandung: Pustaka. Cendekia
Prayitno. (2012). Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: Program PPK FIP UNP.
Prayitno dkk. (2016). Pembelajaran Melalui Pelayanan BK di Satuan Pendidikan. Jakarta: ABKIN.
Prayitno dan Erman amti. (2014), Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, jakarta, Rineka Cipta.
Shihab.(2016). Yang Hilang Dari Akhlak. Tanggerang: Lentera Hati.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Tindakan Komorehensif. Bandung: Alfaabe.
Yusuf, A. M.( 2011). Asesmen dan Evaluasi Pendidikan. Padang: UNP Press.





